Image description
Image captions

Mia Tresetyani Wadu, warga Bali yang merupakan pramugari Sriwijaya Air SJ182 jatuh di Kepulauan Seribu. Kakak Kadung Mia, Ardi Samuel Cornelis Wadu mengungkapkan bahwa adiknya sudah selama 3 tahun menjadi pramugari.

"Jadi pramugari dia 3 tahun," kata Ardi kepada wartawan saat ditemui di kediamannya, Denpasar, Bali, Minggu (10/1/2021).

Ardi memaparkan sempat mengingatkan adiknya untuk tidak memperpanjang kontrak sebagai pramugari. Ia meminta adiknya untuk mencari kerja di Denpasar.

 

"Kemarin Desember kemarin baru perpanjang kontrak 1 tahun. Padahal saya sudah kasih tau nggak usah diperpanjang cari kerja aja disini, dia bilang 'nggak apa-apa masih pingin jadi pramugari'," ujar Ardi.

Lebih lanjut, Ardi menjelaskan bahwa adiknya sejak Sekolah Menengah Atas (SMA) sudah bercita-cita menjadi pramugari. Ardi berharap evakuasi bisa lebih cepat agar pihak keluarga mengetahui info yang pasti.

"Memang dia dari SMA dia pengen jadi pramugari," ungkap Ardi.

"Semoga proses evakuasinya lebih cepat supaya semua keluarga korban dapat info yang pasti setidaknya kami itu tahu bagaimananya seperti itu harapanya," lanjut Ardi.

Baca juga:Ini Chat Terakhir Pramugari Sriwijaya Air SJ182 dengan Kakak Kandung

Sebelumnya diberitakan, Ardi sempat ngobrol dengan Mia melalui pesan. Ia berbicara perihal hewan peliharaannya.

"Kemarin kita cuma WhatsApp bercanda baru dapet peliharaan anjing kita debatin sama anjing kemarin jadi itu chat terakhir saya sama dia," ucap Ardi.

Pesawat Sriwijaya Air SJ182 tersebut take off dari Bandara Soekarno-Hatta menuju ke Pontianak. Pesawat mulai hilang kontak pada pukul 14.40 WIB. Pesawat tersebut mengangkut 62 orang yang terdiri dari 50 penumpang (terdiri dari 40 dewasa, 7 anak-anak dan 3 bayi), 12 kru.