Image description
Image captions

Koordinator Tim Pembela Demokrasi Indonesia (TPDI) Petrus Selestinus memberikan tanggapannya terkait penunjukkan Kabareskrim Komjen Pol. Listyo Sigit Prabowo sebagai calon Kapolri pengganti Jenderal Polisi Idham Azis.

Petrus menilai, sosok Komjen Listyo Sigit Prabowo, belum layak untuk jabatan Kapolri. Sebab, Komjen Listyo dianggap tidak memiliki track record yang dibanggakan sebagai kredit point untuk jabatan Kapolri. 

Apalagi, selama Kabareskrim dipimpin Komjen Listyo Sigit Prabowo, terjadi masalah mismanagement penanganan kasus Djoko S Tjandra, yang berakibat dua Jenderal Polisi menjadi tumbal akibat salah urus keresersean. 

Selain itu, penanganan kasus Novel Baswedan yang dilakukan secara setengah hati dengan hasil minus juga menjadi potret buram kegagalan Komjen Listyo Sigit Prabowo. “Karena itu, demi masa depan NKRI, Komjen Pol. Listyo Sigit Prabowo, tidak layak diusulkan apalagi dipilih jadi Kapolri 2021 ke depan,” kata Petrus, Selasa (12/1).

Selain itu, menurut Petrus, Kapolri baru 2021 ke depan harus mampu mewujudkan komitmen nasional dan internasional negara dalam menjaga ketertiban umum dan ketertiban dunia sesuai amanat konstitusi. 

Menurut Petrus, sosok tersebut bisa dilihat dari Kapolda Metro Jaya, Irjen Pol. Moh Fadil Imran yang "tidak ada gigi mundur" dalam menghadapi ormas radikal.

“Sosok tidak ada gigi mundur seperti inilah yang layak jadi Kapolri, sesuai kebutuhan negara pada saat ini,” kata Petrus yang juga Advokat Peradi ini.

Petrus menyarankan agar Kompolnas dan Komisi III DPR membuka Kotak Pengaduan untuk menampung informasi dari masyarakat tentang rekam jejak atau track record para calon Kapolri.

Dengan demikian, Kompolnas dan DPR tidak terjebak dalam pola rekrutmen yang bersifat tertutup, seperti membeli kucing dalam karung.0 jpnn