Image description
Image captions

Meskipun memiliki elektabilitas tertinggi saat ini, Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto belum tentu bisa memenangkan Pilpres 2024.

 

 

Demikian disampaikan mantan Ketua Umum Partai Gerindra Arief Poyuono menanggapi rilis survei terbaru Parameter Politik Indonesia yang menunjukkan Menteri Pertahanan menjadi sosok dengan elektabilitas tertinggi sebagai calon presiden.

 

 

Berdasarkan survei top of mind capres, Prabowo memiliki elektabilitas sebesar 19,9 persen, diikuti dengan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan (11,9 persen), Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo (11,3 persen), dan Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil (4,1 persen).

 

"Masih belum dalam zona aman bagi prabowo untuk bisa menang di Pilpres 2024, apalagi masyarakat belum melihat kinerja Prabowo selama jadi Menhan yang bisa memberikan dampak yang positif bagi masyarakat," kata Arief Poyuono, Senin (22/2).

 

Dalam survei Parameter Politik Indonesia dengan skenario tertutup, elektabilitas Prabowo sedikit naik.

 

Saat pilihan capres terdiri dari 15 nama, Prabowo memiliki elektabilitas 22,1 persen disusul Anies (14,6 persen), Ganjar (13,9 persen), dan Ridwan (6,3 persen). Dan saat pilihan capres dipersempit menjadi 10 nama, Prabowo memiliki elektabilitas 23,1 persen, Anies (15,2 persen), Ganjar (14,9 persen), dan Ridwan (6,8 persen).

 

"Kalau cuma 20 persenan jika disurvei, lebih baik tidak usah maju, karena pasti akan kalah nantinya," ujar Arief Poyuono menanggapi elektabilitas Prabowo.

 

Tiga gubernur yang di bawah Prabowo, Arief Poyuono juga belum yakin punya potensi untuk menang.

 

"Tingkat elektabilitas Anies, Ganjar, dan Ridwan sudah jadi modal yang kuat untuk maju sebagai capres, tapi juga masih belum punya potensi untuk menang," terangnya.

 

Arief Poyuono memprediksi, nanti akan muncul seorang tokoh yang bisa menandingi Prabowo dan tiga gubernur yang memiliki elektabilitas saat ini.

 

"Kemungkinan akan muncul tokoh yang tidak diperhitungkan saat ini, tapi karena keberhasilannya dalam menangani perekonomian Indonesia akibat Covid19, maka rakyat akan jatuh hati pada tokoh tersebut nantinya," tuturnya.

 

"Yang pasti tokoh ini orang Jawa ya," lanjut Arief Poyuono menambahkan.

 

Sebenarnya, masih menurut Arief Poyuono, saat ini mayoritas masyarakat masih menginginkan Joko Widodo untuk bisa maju lagi di pilpres mendatang. Karena itu, UUD 1945 perlu diamandemen kembali tentang masa jabatan presiden yang terpilih dua kali masih bisa untuk kembali maju, atau istilah boleh menjabat tiga periode.

 

"Nah, jika Jokowi diperbolehkan untuk tiga periode. Tokoh-tokoh yang ada dalam survei bisa keok semua," tutup Arief Poyuono, yang saat ini menjabat Ketua Umum Federasi Serikat Pekerja BUMN