Image description
Image captions
Image description
Image captions

Penembakan yang dilakukan oleh Bripka Cornelius Siahaan, anggota Polsek Kalideres terhadap tiga orang pegawai Kafe RM dan seorang anggota TNI penjaga kafe pada Kamis dini hari (25/2/2021), menggemparkan publik dalam beberapa jam terakhir.

 

 

Belakangan terungkap, anggota TNI yang jadi salah satu korban tewas penembakan tersebut adalah Martinus Riski Kardo Sinurat. Dia merupakan anggota TNI Angkatan Darat, anggota Kostrad.

 

 

Pada kartu identitasnya, Martinus diketahui lahir di Padangsidempuan, 3 Maret 1991. Artinya, ia akan berulang tahun yang ke-30 hari Rabu pekan depan.

 

Martinus memiliki tinggi badan 170 sentimeter. Di KTP-nya, diketahui bahwa ia masih lajang alias belum kawin.

 

Martinus jadi satu dari tiga korban tewas penembakan yang dilakukan oleh Bripka Cornelius Siahaan.

 

Bripka Cornelius Siahaan menembak mereka ketika ditagih bill (tagihan) minuman yang sudah ia tenggak, sebesar Rp3.335.000.

 

Saat ditagih, Bripka Cornelius Siahaan tidak mau membayar. Ia kemudian langsung menembak pelayan kafe bernama Feri Saut Simanjuntak dan kasir kafe bermarga Manik, serta Martinus Riski Kardo Sinurat.

 

Selain itu, manajer kafe bermarga Hutapea, juga kena tembak, namun tidak tewas.

 

Aksi brutal ini berawal, saat pelaku datang sekira jam 02.00 WIB bersama temannya yang bernama Pegi dan langsung memesan minuman, karena kafe hendak tutup dan pelanggan lain sudah membubarkan diri lalu pelaku ditagih bill pembayaran minuman sebesar Rp3.335.000. 

 

Namun pelaku tidak mau membayar. Selanjutnya korban Martinus selaku keamanan menegur pelaku dan terjadi cekcok mulut. 

 

Tiba-tiba pelaku mengeluarkan senjata api dan ditembakkan kepada ketiga korban secara bergantian. Kemudian pelaku keluar kafe sambil menenteng senjata api di tangan kanannya dan dijemput temannya dengan menggunakan mobil. 

 

Saat ini pelaku sudah diamankan di Polsek Kalideres Jakarta Barat.

 

Aksi brutal polisi koboi ini sangat memprihatinkan. Sebab kasus tembak mati enam laskar FPI di Km 50 tol Cikampek saja belum beres, kini Polda Metro Jaya masih harus menghadapi kasus tembak mati tiga orang di Cengkareng. 

 

Parahnya lagi korban yang ditembak oknum polisi itu adalah anggota TNI. Untuk itu Polda Metro Jaya perlu bertindak cepat dan segera copot Kapolres Jakarta Barat yg bertanggungjawab terhadap keamanan dan ketertiban di wilayah tersebut.