Image description
Image captions

Sebelum ke Madiun dan Ngawi, rupanya Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan sempat berkunjung ke Ponorogo. Di Ponorogo, Anies mendatangi Ponpes Darussalam Gontor untuk buka bersama dan ke makam Kiai Ageng Muhammad Besari. Apa tujuannya?

Kedatangan Anies diduga berbau safari politik untuk Pilpres 2024. Anies bertemu dengan Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa. Keduanya masuk dalam berbagai survei elektabilitas calon untuk Pilpres 2024.

Sementara kunjungan ke Ponorogo disebut dilakukan Anies karena dirinya memiliki kedekatan dengan keluarga besar Kiai Ageng Muhammad Besari. Pasalnya, joglo yang berada di kediamannya dibangun tahun 1740, merupakan hadiah pernikahan dari Pakubuwono II saat Kiai Ageng Muhammad Besari menikahkan cucunya, Kiai Hasan Besari dengan putri dari Pakubuwono II.

"Jenis joglonya Satrio Pinayungan Lambang Gantung yang sering ditemukan di dalam kompleks keraton," tutur Anies, Minggu (25/4/2021).

Anies pun menambahkan joglo miliknya berbeda dengan joglo di Ponorogo pada umumnya. Joglo miliknya memiliki keunikan blandar gantung. Artinya, balok kayu yang digantung tanpa disangga dengan tiang.

"Kami bersyukur bahwa Joglo bersejarah ini masih berdiri walau kayunya sudah keriput melewati ratusan tahun," jelas Anies.

Joglo miliknya, lanjut Anies, memiliki ketersambungan historis dengan Tegalsari, Ponorogo. Joglo ini pun jadi saksi sejarah.

"Joglo ini jadi bagian penting rumah kami," tandasnya.

Menurutnya, Kiai Ageng Muhammad Besari merupakan sosok ulama besar. Pun jaringannya yang luar biasa untuk bangsa dan negara Indonesia.

"Beliau adalah ulama pesohor di pertengahan abad 18 dan pendiri Ponpes Tegalsari," pungkas Anies.