Image description
Image captions

Bareskrim Polri sudah mengantongi identitas pemilik aplikasi Binomo. Bos Binomo itu diduga merupakan seorang warga negara asing (WNA) dan berada di luar negeri.

"Sudah ada tapi warga negara asing, sedang berada di sana, di luar negeri," kata Kasubdit II Dittipideksus Bareskrim Polri Kombes Chandra Sukma kepada wartawan, Kamis (7/4/2022).


Chandra belum memaparkan secara detail WNA negara mana bos Binomo tersebut. Dia mengatakan penyidik masih terus mengusut kasus Binomo.

"Belum masih didalami, karena kan terkait Binomo kalau di luar negeri kan soalnya legal. Bukan kewenangan otorisasi kita (penangkapan)," ucapnya.

Polri Gandeng Polisi AS, Singapura dan Turki

Sosok dalang di balik aplikasi Binomo masih misterius karena tersangka kasus dugaan penipuan hingga tindak pidana pencucian uang (TPPU) Indra Kenz menutup-nutupinya. Polri pun bakal menggandeng polisi di Amerika Serikat (AS), Singapura, Turki, hingga Inggris untuk melacak dalang di balik aplikasi Binomo.

"Kita ada dong, kita ada kerja sama melalui Divisi Hubinter Polri. Sudah kita lakukan melalui P to P, police to police. Juga melalui teman-teman dari PPATK," ujar Direktur Tindak Pidana Ekonomi Khusus (Dirtipideksus) Bareskrim Brigjen Whisnu Hermawan saat dihubungi, Kamis (17/3).

"Ada (polisi) Amerika, ada Turki, ada Singapura, Inggris," sambungnya.


Kala itu, Whisnu menduga pemilik aplikasi Binomo ada di Indonesia. Pemilik aplikasi binary option tersebut diburu polisi.

"Kami duga ada di Indonesia. Pemilik ada di Indonesia," ucap Whisnu.

Dia belum menjelaskan detail identitas pemilik aplikasi tersebut. Whisnu mengatakan masih ada terduga pelaku terkait kasus Binomo yang sedang diburu.

"Kami masih dalami. Kami mencoba lewat payment gateway-nya karena ada pelaku lain di luar Indra Kenz," imbuhnya.0 dtk