Image description
Image captions

Nama Amsori mencuat dalam acara Majelis Sang Presiden. Pria yang disebut sebagai anggota LPBH NU itu diduga menjadi ketua panitia acara yang dihadiri oleh sekelompok orang yang mengaku eks HTI, eks FPI, hingga mantan narapidana aksi terorisme saat deklarasi mendukung Anies Baswedan di ballroom Birawa, Hotel Bidakara Grand Pancoran, Jakarta Selatan, Rabu (8/6).

 

 

Lantas benarkah Amsori kader NU? 

 

Ketua Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Bidang Keagamaan, Ahmad Fahrurrozi atau akrab disapa Gus Fahrur mengatakan Amsori tidak lagi tercatat sebagai kader NU.

 

Namun, Gus Fahrur membenarkan bahwa Amsori pernah menjabat sebagai Wakil Ketua Pengurus Lembaga Penyuluhan dan Bantuan Hukum Nahdlatul Ulama (LPBHNU) saat masa kepemimpinan Said Aqil Siradj sebagai Ketua Umum PBNU.

 

“Sekarang kan sudah tidak menjabat lagi (sebagai pengurus), waktu kepengurusan kemarin juga tidak aktif, berarti bukan kader lagi,” kata Fahrur saat dihubungi oleh wartawan di Balai Kota DKI Jakarta, Kamis (9/6).

 

 

Fahrur juga menegaskan bahwa keterlibatan Amsori dalam acara deklarasi dukungan Anies Baswedan menjadi presiden, tidak ada sangkut pautnya dengan NU.

 

“Yang jelas tidak mewakili organisasi NU, sikap ketua umum PBNU sangat jelas, melarang penggunaan atribut NU untuk kegiatan dukung-mendukung capres tertentu,” jelasnya.

 

Dikutip dari NUOnline, nama Amsori tercatat sebagai Wakil Ketua LPBH NU masa khidmat 2015-2020. Di sana tertulis Wakil Ketua: H Amsori SH MH MM.

 

Masih dari situs yang sama, nama Amsori sudah tak lagi terdaftar di kepengurusan LPBH NU masa khidmat 2022-2027.

 

Meskipun Amsori belum juga memberikan keterangan lebih lanjut mengenai keterlibatannya dalam acara deklarasi tersebut, sosok Amsori memang terlihat berada di lokasi acara selama deklarasi berlangsung.

 

Bahkan, beberapa tamu undangan mengaku mengetahui acara tersebut dan menerima undangan dari seseorang yang bernama Amsori.

 

“Saya diundang. Bukan inisiator. (Diundang oleh) Ustaz Amsori,” kata Kartono, salah satu mantan narapidana teroris yang menjadi peserta deklarasi saat diwawancara oleh wartawan di Hotel Bidakara, Rabu (8/6).

 

Berdasarkan informasi yang dihimpun, dalam undangan yang disebar, memang tercantum nama dan nomor kontak Abu Abdurrahman sebagai ketua pelaksana acara tersebut. Namun, saat diselidiki lebih lanjut, nomor kontak tersebut merupakan nomor milik Amsori.