Image description
Image captions

Perubahan 23 nama jalan di Jakarta menggunakan nama-nama tokoh betawi sebagaimana dilakukan Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan patut diapresiasi.

 

 

Anggota DPD RI asal Jakarta, Fahira Idris menilai, penggunaan nama-nama tokoh betawi penting untuk mengingatkan masyarakat untuk tetap menjaga kearifan lokal.

 

 

 

 

"Selain sebagai bentuk terima kasih atas jasa masyarakat betawi untuk Jakarta, juga mengisyaratkan bahwa walau Jakarta sudah menjadi kota global, kearifan lokal tetap menjadi yang terdepan," kata Fahira dalam keterangan tertulisnya, Rabu (22/6).

 

Fahira melihat, Gubernur Anies ingin mengabadikan kiprah dan perjuangan para tokoh betawi agar tetap menginspirasi masyarakat, salah satunya dengan menggunakan nama-nama tokoh betawi sebagai nama jalan di Jakarta.

 

Selain itu, Anies juga dianggap mampu merealisasikan konsep pembangunan kota yang komprehensif karena tidak sekadar fisik, tetapi juga membangun rasa bangga warga Jakarta akan kotanya.

 

 

Pembangunan komprehensif di Jakarta selama empat tahun lebih ini, kata Fahira, telah mampu menghadirkan keseimbangan dan keadilan.

 

"Pembangunan fisik berorientasi kepentingan publik dilengkapi pembangunan nonfisik yang membangkitan kebanggaan dan rasa memiliki warga terhadap kotanya. Ini membuat denyut keharmonisan terjalin di Jakarta," tandasnya.