Image description
Image captions

Tiko Aryawardhana, suami Bunga Citra Lestari (BCL), meminta polisi melakukan gelar perkara terbuka dalam kasus dugaan penggelapan dana dalam jabatan Rp6,9 Miliar yang dilaporkan oleh mantan istrinya Arina Winarto (AW).

Hal itu, disampaikan Tiko melalui kuasa hukumnya, Irfan Aghasar saat menggelar konferensi pers, Rabu (5/6/2024).

"Kami sudah menyurat dengan Polda Metro tembusan ke Bareskrim untuk minta gelar perkara. Kami minta karena kasus ini sudah diketahui publik menjadi konsumsi publik," ujar Irfan kepada wartawan, di kantor Aghasar Law Firm.

Gelar perkara terbuka diperlukan karena ada perbedaan hasil penghitungan audit dari pihak pelapor AW dan juga pihak kepolisian.

"Gelar perkara terbuka dan ekspose terbuka seperti yang dilakukan di Polda maupun Bareskrim. Kami minta digelar di Polda Metro. Karena ini wilayah kan ada di Polda Metro," kata dia.

Sebelumnya, Tiko dilaporkan oleh mantan istrinya Arina Winarto atas dugaan penggelapan dana dalam jabatan senilai Rp6,9 Miliar. Polisi menemukan ada selisih dari penggelapan dana tersebut.

"Terdapat selisih sejumlah Rp140 Juta," ujar Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Ade Ary Syam Indradi kepada wartawan, Selasa (4/6/2024).

Ade menyampaikan, kasus tersebut bermula saat Tiko dan pelapor mendirikan sebuah perusahaan makanan di kawasan Kuningan, Jakarta. Ade menyampaikan, pelapor awalnya menyetor modal sebesar Rp2 Miliar yang dimasukan ke dalam deposito berjangka, kemudian digadaikan.

Baca Juga:

Polisi Periksa Kejiwaan Ibu Perekam Video Asusila dengan Anak

"Hingga akhirnya restoran tersebut berjalan hingga bulan Juli 2019. Lalu pada bulan Juni 2021 saat pelapor bercerai dengan Tiko, pelapor menemukan dokumen laporan keuangan restoran tahun 2017," kata dia.

"Namun saat pelapor mencocokkan dengan data laporan keuangan restoran yang ia miliki ternyata terdapat selisih sejumlah Rp140 juta," kata dia.

Sementara itu, hal senada juga disampaikan oleh Kasar Reskrim Polres Metro Jakarta Selatan AKBP Bintoro. Dia menyebut penyidik menemukan adanya ketidaksesuaian penggelapan dana sebesar Rp6,9 Miliar.

"Saat ini hasil audit yang akan kami pakai, di laporan polisi Rp6,9. Tapi setelah kami audit secara eksternal tidak sampai (Rp6,9M)," ucap dia.

sumber: inilah