Kepala Dinas Penerangan Angkatan Darat (Kadispenad) Brigjen TNI Donny Pramono memastikan TNI AD akan mengevaluasi peristiwa bentrokan antara prajurit Yonif TP 871/Lamaindo dan Yon B Pelopor Brimob Polda Sulawesi Tenggara di Lapangan Lakarada, Buton Selatan.
Saat ini kata Donny pihaknya sudah memonitor kejadian tersebut dan peristiwa tersebut merupakan kesalahpahaman spontan antarsuporter.
“Jadi, setelah pertandingan berakhik sempat terjadi momen saling ejek antarsuporter, yang kemudian memicu reaksi sesaat di sekitar lapangan. Akan tetapi situasi tersebut segera ditangani oleh para pimpinan satuan di lokasi. Danyonif TP 871/Lamaindo bersama Danramil setempat langsung berkoordinasi dengan Danyon Brimob Batauga untuk menenangkan personel dan memastikan situasi tetap terkendali,” kata Donny dalam keterangannya di Jakarta, Senin (5/1).
Donny memastikan bahwa dalam waktu singkat, kondisi di lapangan kembali kondusif. Seluruh personel dari kedua satuan kembali ke asrama masing-masing, dan komunikasi antarpimpinan satuan berjalan baik. Tidak ada kejadian lanjutan, dan seluruh pihak sepakat menyelesaikan persoalan ini secara kekeluargaan.
“Kami menegaskan bahwa hubungan dan sinergi TNI–Polri tetap solid. Kegiatan olahraga justru menjadi sarana membangun kebersamaan, dan kejadian ini menjadi evaluasi bersama agar ke depan kegiatan serupa dapat berjalan lebih tertib dan terkendali,” kata Donny.
Sebelumnya beredar di media sosial, sebuah video ricuh di pertandingan sepak bola yang akhirnya diketahui melibatkan personel dari Batalion TP 871 La Maindo dan Batalion Brimob Pelopor Batauga di Buton Selatan, Sulawesi Tenggara.
Bentrokan terjadi pada Minggu (4/1) sore. Kericuhan tersebut berhasil diredam usai para pimpinan dari masing-masing kesatuan turun langsung untuk menenangkan anggotanya.