Menteri Koordinator Pangan, Zulkifli Hasan (Zulhas), mengatakan pemerintah pusat tengah berupaya mempercepat pembangunan Koperasi Desa Merah Putih. Percepatan pembangunan itu disebut akan melibatkan TNI AD serta PT Agrinas Pangan Nusantara.
"Dibangun dalam proses 26.000, 26.000 koperasi desa. Ditugaskan kepada Agrinas Pangan, kerja sama dengan TNI AD di daerah agar cepat [pembangunannya]," ujarnya usai rapat di Gedung Kemenko Pangan, Jakarta Pusat, Senin (12/1/2026).
Menurut dia, pembangunan puluhan ribu Koperasi Desa Merah Putih akan dilakukan dalam waktu yang bersamaan. Pasalnya, pembangunan satu per satu disebut akan memakan waktu yang lama.
Zulhas menyatakan, dalam rapat bersama sejumlah pejabat Kabinet Merah Putih itu, percepatan pembebasan lahan untuk Koperasi Desa Merah Putih menjadi salah satu hal yang dibahas.
"Tadi kami rapat agar percepatan lahannya. Memang ideal 1.000 [meter persegi untuk koperasi desa]," tuturnya.
"Kalau sudah sawah jelas, sawah enggak boleh Pak [dijadikan koperasi desa]. Pak Mentan [Menteri Pertanian] ngamuk nanti, kalau sawah enggak boleh," sambung dia.
Di satu sisi, Zulhas menyebutkan, Kemenko Pangan tengah mendata kebutuhan lahan untuk Koperasi Desa Merah Putih di kawasan kota. Mengingat, harga lahan di kota cenderung lebih mahal daripada di kabupaten
Ia mengaku pemerintah pusat juga tidak akan mampu membeli ribuan meter persegi lahan di kawasan kota untuk Koperasi Desa. Karena itu, Zulhas menyarankan, gedung koperasi desa di kawasan kota dibangun bertingkat.
"Kota-kota tentu tidak ideal karena tanah mahal. Ada yang 300 [meter persegi], ada yang 500 [meter persegi]. Sedang kita data, apakah nanti dibangunnya [Koperasi Desa] ke atas," ucapnya.
"Kalau misalnya Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur [harga] tanahnya Rp10.000.000, kalau 1.000 [meter persegi], Rp10 miliar, enggak mampu beli. Yang sudah ada dibangun ke atas, tapi kami sedang data," lanjut Zulhas.