Image description
Image captions

Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Maruli Simanjuntak meminta proses seleksi masuk  prajurit TNI Angkatan Darat  harus bersih dari praktik pungutan liar.

Hal ini dikatakannya saat memimpin rapat evaluasi lewat daring dengan para Komandan Satuan (Dansat) seperti dikutip dari unggahan instagram resmi Kodam II/Sriwijaya, Kamis (29/1).

"Jenderal Maruli memberikan peringatan keras terkait proses seleksi masuk TNI yang harus bersih dari praktik pungutan liar,” tulis keterangan Penkodam II/Sriwijaya.

Lebih lanjut Maruli meminta para Komandan Korem (Danrem) wajib mensosialisasikan bahwa masuk TNI tidak dipungut biaya, dan segala bentuk penipuan oleh oknum harus ditindak tegas demi menjaga martabat institusi.

Dalam rapat tersebut Maruli juga menekankan pentingnya kepemimpinan yang “membumi” dengan melakukan pengecekan acak (random check) secara berkala di lapangan.

Kemudian, aspek kesejahteraan prajurit juga menjadi poin utama dalam rapat evaluasi ini, khususnya mengenai penyediaan rumah tinggal melalui program Tabungan Wajib Perumahan (TWP).

“TNI AD memberikan bantuan rumah bagi prajurit yang gugur dalam tugas, mengalami cacat berat, atau menjadi korban kecelakaan latihan dan bencana alam,” tulis Penkodam II/Sriwijaya.