Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menegaskan ketahanan pangan merupakan fondasi utama ketahanan negara dan menjadi prioritas pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.
“Tanpa ketahanan pangan mustahil sebuah negara bisa bertahan,” kata Amran dalam acara "Retret Bela Negara Persatuan Wartawan Indonesia (PWI)" di Rumpin, Kabupaten Bogor, Jumat.
Ia mengatakan, pemerintah menargetkan swasembada pangan dapat dicapai dalam waktu singkat, bahkan kurang dari tiga tahun sejak pemerintahan berjalan.
“Alhamdulillah, tidak sampai tiga tahun Indonesia sudah swasembada. Di berbagai kesempatan Bapak Presiden telah mendeklarasikan Indonesia swasembada pangan,” ujarnya.
Amran menyampaikan, capaian tersebut merupakan hasil kerja kolektif dan kolaborasi lintas sektor, termasuk petani, pemerintah daerah, serta Badan Urusan Logistik (Bulog).
Ia juga menyebutkan, pemerintah menyiapkan langkah lanjutan berupa ekspor beras, yang ditargetkan mulai terealisasi pada April 2026 apabila kondisi pasokan dan pengelolaan Bulog tetap terjaga.
“Insya Allah, jika tidak ada masalah, Indonesia akan mencatat sejarah pertama mengekspor beras,” kata Amran.
Menurut dia, posisi Indonesia dalam perdagangan global mulai menguat seiring penguatan sektor pangan dan komoditas strategis lainnya.
"Kita merasakan sendiri, ketika impor beras dihentikan, harga beras dunia ikut turun,” tutur dia.
Selain beras, Amran menyebut hilirisasi komoditas seperti minyak kelapa sawit (CPO), gambir, dan kelapa juga menjadi fokus pemerintah untuk memperkuat nilai tambah ekonomi nasional.
Ia menilai penguatan pangan dan hilirisasi komoditas strategis akan menjadi fondasi menuju kemandirian ekonomi jangka panjang.
“Tidak ada yang tidak bisa jika kita berkolaborasi,” ungkapnya.
Retret Bela Negara PWI tersebut diikuti sekitar 160 peserta dan diselenggarakan bekerja sama dengan Kementerian Pertahanan di Pusat Kompetensi Bela Negara, Rumpin, Bogor.