Image description
Image captions

Iran mengatakan bahwa mereka memiliki kendali penuh atas daratan, perairan, dan wilayah udara Selat Hormuz di tengah kekhawatiran akan kemungkinan serangan Amerika Serikat (AS) terhadap Teheran.

“Iran tidak mencari perang, tetapi sepenuhnya siap. Jika perang pecah, tidak akan ada mundur, bahkan satu milimeter pun, dan Iran akan terus maju,” kata Mohammad Akbarzadeh, Komandan Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) melansir AA, Jumat (30/1).

Akbarzadeh menuturkan, pengelolaan jalur strategis itu telah melampaui metode konvensional dan kini sepenuhnya modern sehingga memungkinkan Iran untuk terus mengawasi semua pergerakan maritim, permukaan, dan bawah laut.

“Iran juga mengendalikan keputusan tentang apakah kapal yang mengibarkan bendera berbeda diizinkan untuk melewati selat tersebut,” ujarnya.

Ia memperingatkan bahwa jika wilayah darat, udara, atau perairan negara-negara tetangga digunakan untuk melawan Iran, mereka akan diperlakukan sebagai musuh. “Pesan ini telah disampaikan kepada pihak-pihak regional,” tegasnya, seraya menyatakan Iran siap menggunakan kekuatan itu pada waktu yang tepat

Selat Hormuz yang terletak antara Teluk Persia dan Teluk Oman merupakan jalur penting bagi perdagangan minyak dan gas alam cair dunia terutama untuk minyak dari Timur Tengah. Melalui selat ini, sebagian besar minyak yang diangkut mencapai pasar Asia, terutama Cina.

Ketegangan antara Iran dan AS meningkat setelah pecahnya demonstrasi anti-pemerintah di Iran. Menurut AS, pemerintah Iran melakukan eksekusi terhadap sebagian demonstran tersebut, sebuah tuduhan yang dibantah Iran. Oleh karena itu, AS mengancam akan melakukan intervensi militer jika Iran terus menargetkan rakyatnya sendiri.