Menteri Koordinator (Menko) Bidang Pangan, Zulkifli Hasan, mengungkapkan, tahun lalu produksi beras nasional surplus sebanyak 4 juta ton. Terkait hal itu, dia menyampaikan terima kasih atas peran TNI, terutama dalam pencetakan sawah baru.
Zulhas mengungkapkan, swasembada pangan merupakan salah satu program prioritas pemerintahan Presiden Prabowo Subianto. Hal itu agar kebutuhan pangan nasional tak bergantung pada impor.
Sponsored
"Saudara-saudara, tahun 2024 impor beras 4 juta (ton), impor gula 6 juta, gandum 13 juta, kedelai 3 juta, banyak sekali," kata Zulhas saat meresmikan Koperasi Kelurahan Merah Putih (KKMP) Sampangan di Kota Semarang, Jawa Tengah, Jumat (30/1/2026).
Namun Zulhas kemudian membanggakan swasembada beras. "Tahun lalu kita surplus 4 juta (ton). Jadi satu butir pun tidak ada impor beras. Insya Allah tahun ini akan lebih tinggi lagi," ucapnya.
Dia secara khusus menyampaikan terima kasih kepada TNI. "Terima kasih TNI. Betul ini, saya enggak basa-basi," ujar Zulhas dalam acara yang turut dihadiri Pangdam IV/Diponegoro Mayjen TNI Achiruddin Darojat.
Zulhas mengatakan, TNI berperan dalam pembukaan atau pencetakan sawah-sawah baru. "Sawah baru, buka lahan sawah baru, dengan TNI kita. Ya terima kasih," ucapnya.
Selain itu, Zulhas menyebut, personel TNI, dalam hal ini Babinsa, turut membantu penerapan harga pembelian pemerintan untuk gabah kering panen (GKP) sebesar Rp6.500 pada 2025. Dia menilai, tanpa keterlibatan Babinsa, tengkulak dapat memainkan harga.
"Gabah kami tentukan 6,5 di lapangan enggak jalan karena banyak tengkulak, banyak makelar. Terpaksa Babinsa-Babinsa, Dandim, ya, terpaksa Bulog-nya kita pakai TNI dulu lah. Akhirnya Alhamdulillah sekarang harga sudah di atas HET 6,5," ucap Zulhas.
Selain Pangdam IV/Diponegoro Mayjen TNI Achiruddin Darojat, acara peresmian KKMP Sampangan juga turut dihadiri Wali Kota Semarang Agustina Wilujeng Pramestuti dan Komandan Kodim 0733 KS Kota Semarang Kolonel Inf TNI Priyo Handoyo.