Image description
Image captions

Politikus Partai Demokrat Benny K. Harman menyebut jaringan partainya di Sumatra Barat (Sumbar) masih menyelidiki, kasus yang menewaskan Afif Maulana alias AM (13),  di bawah Jembatan Kuranji, Kota Padang, Sumbar. AM siswa kelas 1 SMPT di Kota Padang, Sumbar.

"Sampai saat ini kami sedang melakukan penyelidikan, melakukan checking mengenai berita ini. Kita punya jaringan partai di Sumatra Barat sedang mengecek kebenaran peristiwa ini," kata Benny di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta Pusat, dikutip Selasa (25/6/2024).

Di sisi lain, dirinya meminta agar laporan masyarakat tersebut, dapat ditindaklanjuti oleh Polda Sumbar. "Kita minta laporan masyarakat itu harus ditindaklanjuti oleh pimpinan kepolisian di tingkat daerah. Kalau daerah tidak mampu, saya minta kepolisian tingkat tinggi segera mengambil langkah konkret untuk merespons masalah ini," ujarnya tegas.

Ia pun jadi meragukan validitas survei Litbang Kompas terbaru yang menyebut kepuasan publik terhadap kinerja Polri 73,1 persen. Bagi dia, sangat sulit memahami hasil survei tersebut jika melihat realita yang dihadapi masyarakat.

 

"Jangan-jangan survei itu, bukan rakyat yang nyata, tapi rakyat yang fiktif. Ini kan zaman fiktif semua, tersangka fiktif, laporan fiktif. Yang saya maksudkan itu adalah hasil survei itu tidak mengungkapkan kenyataan yang sebenar-benarnya," tutur dia.

 

Diberitakan sebelumnya, Afif Maulana alias AM (13) ditemukan tewas pada Minggu (9/62024) sekitar pukul 11.55 di bawah Jembatan Kuranji, Kota Padang, Sumatera Barat. Awalnya, Afif diduga tewas karena kecelakaan saat ditemukan warga yang ingin membuang sampah.

Namun setelah dilakukan pendalaman, muncul dugaan Afif tewas karena penganiayaan anggota polisi. Hal tersebut diperkuat dengan hasil investigasi Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Padang. "Kami menduga tewasnya Afif karena disiksa anggota polisi. Hal ini berdasarkan investigasi yang kami lakukan," kata Direktur LBH Padang Indira Suryani, Kamis (20/6/2024).

Terkini, Direktorat Propam Polda Sumatra Barat (Sumbar) telah memeriksa 30 anggota Direktorat Samapta Polda Sumbar terkait tewasnya Afif.

"Ada anggota Samapta (Polda Sumbar) yang diminta keterangan itu 30 personel, ini masih meminta keterangan nanti, kami sinkronkan dengan saksi lain. Kami mohon waktu untuk mengungkap kasus ini. Ini diperiksa Propam Polda Sumbar dan Polresta Padang," kata Wakapolresta Padang, AKBP Ruly Indra Wijayanto pada Jumat (21/6/2024).

Dari hasil investigasi LHB Padang, saksi kunci yang juga teman korban mengaku Afif diamankan oleh polisi ke Polsek Kuranji. Saat jenazah korban ditemukan, banyak luka lebam hingga darah yang diduga akibat penganiayaan.

Kemudian jenazah korban dilakukan autopsi dan keluarga korban menerima copy sertifikat kematian Nomor: SK / 34 / VI / 2024 / Rumkit dari Rumah Sakit Bhayangkara Polda Sumbar. "Keluarga korban sempat diberitahu oleh polisi, AM meninggal akibat tulang rusuk patah 6 buah dan robek di bagian paru-paru," ujar Indira.

sumber: inilah