Image description
Image captions

Menteri Pertahanan RI Sjafrie Sjamsoeddin angkat bicara soal bergabungnya Indonesia ke dalam Board of Peace atau Dewan Perdamaian Gaza bentukan Presiden Amerika Serikat Donald Trump.

Menhan Sjafrie menekankan bahwa Board of Peace memiliki tanggung jawab untuk menciptakan perdamaian di Palestina.

“Suatu organisasi yang disebut Board of Peace yang dikomandani oleh AS, tetapi mempunyai tanggung jawab untuk menciptakan perdamaian di Palestina terhadap Israel,” kata Sjafrie saat memberikan pengarahan ke peserta retret Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) di Pusat Kompetensi Bela Negara, Cibodas, Rumpin, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Sabtu (31/1).

 

Sjafrie tidak menampik ada kepentingan negara-negara dalam Board of Peace. Oleh karena itu, bergabungnya Indonesia ke Dewan Perdamaian Gaza tersebut merupakan tantangan tersendiri.

“Jadi ini suatu tantangan juga bagi dunia tetapi harapan untuk Indonesia,” tutur Menhan RI.

Sjafrie menyebutkan, bergabungnya Indonesia ke dalam Board of Peace merupakan implementasi dari pembukaan Undang-Undanga Dasar (UUD) 1945 untuk menciptakan perdamaian dunia.

“Tinggal gimana pengorganisasiannya. Kita ikut dalam BoP itu karena fundamen tadi. Tetapi dalam implementasinya, kita harus sama-sama menjadi negara yang ingin supaya kemerdekaan Palestina tercapai, dan apa yang terjadi di Gaza diakhiri,” kata Sjafrie.

 

Sjafrie memastikan bahwa Indonesia akan ikut bergabung sebagai Pasukan Stabililasi Internasional (ISF).

“Kita hadir di situ sebagai bagian dari ISF. Kita tentunya mengirimkan pasukan. Tentunya dengan mencapai perdamaian di Palestina dan Gaza,” kata Menhan RI.

TNI juga telah menyiapkan pasukan perdamaian untuk merekonstruksi Gaza. Pasukan akan terdiri dari tiga Brigade Komposit dan dipimpin perwira tinggi bintang tiga. Dalam satu brigade akan terdapat batalion kesehatan, batalion zeni, dan batalion bantuan mekanis.