Image description
Image captions

Pusat Misi Pemeliharaan Perdamaian TNI (PMPP TNI) menggelar Demonstrasi Explosive Hazard Awareness Training–Improvised Explosive Device (EHAT–IED) di Sentul, Bogor.

Demonstrasi yang tak biasa itu dalam rangka menyambut kunjungan delegasi United Nations Mine Action Service (UNMAS) pada 2–6 Februari 2026,

Dalam demonstrasi tersebut, PMPP TNI menampilkan kesiapan peacekeeper Indonesia menghadapi ancaman ranjau, bahan peledak sisa perang (UXO), serta bom rakitan (IED) yang kerap jadi risiko serius di wilayah konflik tempat pasukan Perserikatan Bangsan Bangsa (PBB) bertugas.

Komandan PMPP TNI, Brigjen TNI Iwan Bambang Setiawan menegaskan, keterlibatan Indonesia dalam misi perdamaian dunia adalah komitmen jangka panjang. 

"Indonesia berperan aktif dalam menjaga perdamaian dunia melalui kebijakan politik, bantuan kemanusiaan, serta keterlibatan langsung dalam misi pemeliharaan perdamaian Perserikatan Bangsa-Bangsa," ujarnya dalam keterangan tertulis yang diterima KompasTV dari PMPP TNI, Rabu (4/2/2026). 

Ia menegaskan kontribusi Indonesia dalam perdamaian dunia diwujudkan melalui keterlibatan nyata lebih dari 50 ribu personel TNI yang telah diterjunkan ke berbagai misi PBB di berbagai belahan dunia. 

Ia menyebut langkah itu dilakukan sebagai bentuk komitmen Indonesia terhadap keamanan dan stabilitas global. 

Iwan menegaskan PMPP TNI juga terus memperkuat kapasitas personel melalui pelatihan khusus.
 
"Penguatan kemampuan mitigasi ancaman ranjau, bahan peledak sisa perang, dan bom rakitan merupakan bagian penting dari komitmen kami untuk melindungi personel perdamaian sekaligus menjaga keamanan masyarakat di wilayah misi," tegasnya. 

Adapun delegasi UNMAS yang dipimpin oleh Raymond Kemei selaku Team Leader dan David Markus Fritschi sebagai Training Officer menyaksikan langsung berbagai simulasi penanganan ancaman. 

Simulasi tersebut termasuk identifikasi bahan peledak menggunakan anjing pelacak (K-9), evakuasi dengan robot, proses disposal, hingga prosedur keselamatan di area misi.

Kegiatan turut dihadiri perwakilan Mabes TNI, Kementerian Luar Negeri, instruktur dan pelatih PMPP TNI, delegasi UNMAS, serta perwakilan United Nations Information Centre (UNIC) Indonesia.

sumber: kompas tv