Badan Narkotika Nasional (BNN) menyoroti maraknya penyalahgunaan gas nitrous oxide (N2O) atau yang dikenal dengan whip pink, yang belakangan ditemukan beredar di sejumlah kota besar seperti Bali, Batam, dan Jakarta.
Kepala BNN Suyudi Ario Seto mengatakan, whip pink sejatinya bukan zat terlarang. Gas tersebut digunakan secara legal untuk keperluan medis maupun industri makanan, seperti pada produk kopi, roti, dan kue.
“Whip pink ini sebenarnya digunakan untuk kebutuhan medis dan juga produk makanan. Tetapi ini kan masalahnya adalah zat ini disalahgunakan oleh masyarakat, atau anak-anak, untuk mendapatkan efek euforia yang cepat,” ujar Suyudi kepada wartawan di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Selasa (3/2/2026).
Menurut Suyudi, meskipun whip pink belum diatur sebagai narkotika dalam regulasi yang berlaku, zat tersebut memiliki efek stimulan yang cukup tinggi dan berpotensi membahayakan kesehatan. Pihaknya turut mengawasi peredaran whip pink tersebut.
Walaupun belum masuk dalam kategori narkotika, gas ini memiliki efek stimulan yang tinggi dan bahkan bisa menimbulkan risiko kematian jika disalahgunakan,” tegasnya.
Suyudi menekankan, BNN tidak dapat bekerja sendiri dalam mengawasi peredaran whip pink. Dibutuhkan kerja sama lintas sektor dengan berbagai pemangku kepentingan untuk mencegah penyalahgunaan zat tersebut, terutama di kalangan anak dan remaja.
“BNN akan terus bekerja sama dengan para stakeholder untuk melakukan pengawasan secara mendalam. Jangan sampai zat ini disalahgunakan oleh anak-anak kita dan berdampak membahayakan,” kata Suyudi.
Sebelumnya, polisi masih menelusuri asal-usul tabung whip pink yang ditemukan di apartemen selebgram Lula Lahfah.
Dalam penggeledahan, penyidik menemukan satu tabung whip pink berukuran 2.050 gram dalam kondisi kosong. Meski penyelidikan kematian Lula telah dihentikan, polisi memastikan penelusuran terkait barang tersebut tetap berjalan.
“Ya artinya dari penyidik pasti mendalami dari mana pesanan,” kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Budi Hermanto.
Budi menambahkan, pihaknya juga memantau platform penjualan tabung tersebut.
“Mungkin rekan-rekan juga bisa melihat ada satu platform yang memang menjual itu, sekarang sudah menurunkan akunnya,” sambungnya.